i found hope when i’m let down

Standar

Hmm..
Pas gw sakit, gw jatuh, gw bisa rasain dan liat siapa aja yang peduli, yang tetap tinggal di sisi gw..

Dulu, semua yang menamai diri mereka sahabat slalu ada di saat-saat bahagia. Pada suatu ketika gw jatuh dan hancur, mereka yang berlabel sahabat itu serentak melangkah pergi..
Saat itulah mengerti, bahwa ketulusan dan pengertian ternyata gak cukup, gw mesti jadi orang kaya untuk sejajar dengan mereka..

Gw jadi menuTup diri, dan gak percaya sama orang, sampai pada akhirnya gw menemukan orang-orang yang tulus sayang sama gw, dan gw gak perlu jadi siapapun untuk diterima.. Gw cukup menjadi diri gw sendiri..

Bahkan saat jarak memisahkan kami, yang namanya sahabat tetap ada..

Emang ga selalu keliatan.. Ga selalu ada disisi, tapi di hati selalu ada..

Coba deh, ketika lo bahagia dan kaya.. Lo dikelilingi banyak orang yang mengaku menyayangi dan menyukai lo bahkan menyanjung-nyanjung lo..

Tapi begitu lo melarat, jatuh, apa mereka tetap dengan sayangnya itu? Apa mereka tetap bisa menyanjung lo? Bisa jadi gak ada satu pun yang tetap tinggal di sisi lo..

Jadi pada saat kita jatuh, kita bisa merenung.. Bukan berarti membenci.. Seperti kemarin lalu seorang ada seseorang yang dulu pergi, tapi melihat gw mulai bangkit, dia menghampiri, gw berusaha menepis semua luka yang udah lalu dan coba berhubungan baik, tapi gw mencium gelagat asas manfaat lagi dan kemunafikan jadi gw berlalu aja..

Pengen ngomong sih “gak perlu pake kata-kata sayang ato darling deh sama gw, gw udah gatel dengernya! Dan gak perlu sok care ke gw.. Gw udah tau bulus lo” tapi yaudahlah ya males juga.. Jadi gw sok sibuk ajah aye2 dia akhirnya mundur!

Dan kadang ni yah, pas kita jatuh.. Muncul orang-orang yang di duga.. Yang emang tulus dan peduli.. Padahal saat kita di atas, mereka luput dari ingatan kita..

Jadi, intinya sekarang gw bisa tau siapa yang care sama gw atau yang pura-pura aja.. Karena waktu menyeleksi semua itu 🙂

Rasanya seperti menemukan harapan lagi ketika terjatuh.. Bersama orang-orang yang tulus, gw pun bisa lebih tulus.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s