Monthly Archives: Februari 2012

anestia’s note

Standar

Dear you,,
Pesan ini ud aku tulis beberapa kali, tapi aku apus lagi, takut gak sesuai dengan apa yg terjadi.

Aku bukan cenayang, apalagi tuhan, aq gak tau apa yg kamu pikirin. Tapi berdasarkan pengalaman selama ini, aku merupakan salah satu hal yg menyebabkan dilema yg kamu rasakan saat ini.

Kamu gak usah khawatir, gak usah merasa dirimu adalah orang yg jahat, apapun keputusan kamu terhadap aku, insyaallah bisa aku terima. Mungkin akan sakit, but heyy,,, pain is my middle name,, hehe,,

Sudah cukup banyak variasi atas rasa sakit, mulai dari yg biasa2 aja, sampe yg sakit banget sampe rasanya mau mati aja (sinetron banget ya? :D). But true,,I’ve felt all that pain. I think, pain is my best friend now.

This love life is suck. saat ini pun masih merasa lelah yg teramat sangat dalam mencari yang kata orang “true love”. Kadang pengen nyerah ajah 🙂 #pandangan mata menerawang.

Sama seperti kamu, masa lalu masih sangat membayang2i hidup aku. Bagaimanapun juga masa lalu itulah yg menjadikan aku sekarang, there’s nothing I can regret.

Makin bingung? Istikharah dong. Bukannya sok ngajarin. Tapi ketika kita mencari jawaban, cuma Yang Maha Tahu yg punya jawabannya. Pasrahkan aja lillahi ta’ala.. Biar tangan Allah yg menggerakkan hati.

Dear you,
Gak usah merasa terbebani atas semua yg pernah aq bilang, atau keluarga saya harapkan. Hidup memang mengenai pilihan.

Hidup terlalu singkat untuk sekedar digalaukan. Nikmati, jangan sampe menyesal, karena seperti yg tercantum dalam al Hadist, “sejauh2nya perkara adalah masa lalu.” Jadi apapun yg sudah terjadi, kita ambil hikmahnya ajah. 🙂

NB: aku harap sih kamu mau cerita sm aku, supaya jelas duduk permasalahannya. N mudah2an bisa menjadi solusi atas dilema yg dirasakan.

Dedicated R.A 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Standar

Dear R….

Lega rasanya semuanya tlah terungkapkan, ada beban yang menguap.

Namun ada hati yang menghampa setelahnya.

Sepertinya mengatakan apa yang aku rasakan adalah sama saja membiarkan kamu pergi.

Seharusnya kau membiarkan rasa itu tersimpan dan tak terkatakan..

 

 

 

 

 

 

 

i found hope when i’m let down

Standar

Hmm..
Pas gw sakit, gw jatuh, gw bisa rasain dan liat siapa aja yang peduli, yang tetap tinggal di sisi gw..

Dulu, semua yang menamai diri mereka sahabat slalu ada di saat-saat bahagia. Pada suatu ketika gw jatuh dan hancur, mereka yang berlabel sahabat itu serentak melangkah pergi..
Saat itulah mengerti, bahwa ketulusan dan pengertian ternyata gak cukup, gw mesti jadi orang kaya untuk sejajar dengan mereka..

Gw jadi menuTup diri, dan gak percaya sama orang, sampai pada akhirnya gw menemukan orang-orang yang tulus sayang sama gw, dan gw gak perlu jadi siapapun untuk diterima.. Gw cukup menjadi diri gw sendiri..

Bahkan saat jarak memisahkan kami, yang namanya sahabat tetap ada..

Emang ga selalu keliatan.. Ga selalu ada disisi, tapi di hati selalu ada..

Coba deh, ketika lo bahagia dan kaya.. Lo dikelilingi banyak orang yang mengaku menyayangi dan menyukai lo bahkan menyanjung-nyanjung lo..

Tapi begitu lo melarat, jatuh, apa mereka tetap dengan sayangnya itu? Apa mereka tetap bisa menyanjung lo? Bisa jadi gak ada satu pun yang tetap tinggal di sisi lo..

Jadi pada saat kita jatuh, kita bisa merenung.. Bukan berarti membenci.. Seperti kemarin lalu seorang ada seseorang yang dulu pergi, tapi melihat gw mulai bangkit, dia menghampiri, gw berusaha menepis semua luka yang udah lalu dan coba berhubungan baik, tapi gw mencium gelagat asas manfaat lagi dan kemunafikan jadi gw berlalu aja..

Pengen ngomong sih “gak perlu pake kata-kata sayang ato darling deh sama gw, gw udah gatel dengernya! Dan gak perlu sok care ke gw.. Gw udah tau bulus lo” tapi yaudahlah ya males juga.. Jadi gw sok sibuk ajah aye2 dia akhirnya mundur!

Dan kadang ni yah, pas kita jatuh.. Muncul orang-orang yang di duga.. Yang emang tulus dan peduli.. Padahal saat kita di atas, mereka luput dari ingatan kita..

Jadi, intinya sekarang gw bisa tau siapa yang care sama gw atau yang pura-pura aja.. Karena waktu menyeleksi semua itu 🙂

Rasanya seperti menemukan harapan lagi ketika terjatuh.. Bersama orang-orang yang tulus, gw pun bisa lebih tulus.

Posted with WordPress for BlackBerry.