Monthly Archives: Januari 2012

dear R..

Standar

Beberapa minggu yang lalu aku pernah bilang

“dear R, ada yang biLang jatuh cinta & patah hati itu anugerah.. Dan sekarang aku merasakan keduanya bersamaan, kepadamu”

Mungkin benar aku patah hati kepadamu.. Tapi apakah benar yang kurasakan itu cinta? Sekarang aku meragukan semuanya.. Dari awal aku menyukaimu.. Dan sepertinya rasa suka itu adalah rasa kagum.. Kagum akan kata-katamu yang menyamankan gundahku.. Kagum dengan rasa sayangmu kepada Lomi & baby owl, seperti aku menyayangi Vino, Maurin, BoNi, Miko, dan kucing2ku yang mungkin sudaH 30 ekor.. Kagum cara kamu menciptakan irama di lirik2 lagu yang aku cintai.. Apa kekagumanku itu bisa jadi disebut cinta?

Aku rasa belum.. Aku menyadarinya sekarang.. Rasa yang aku miliki belum tepat disebut cinta.. Ini hanya kekagumanku.. Terkadang memang aku sangat menginginkanmu, menghabiskan waktu dengan Lomi, membeli baby owl lagi, melihat kucing2ku bertambah banyak lagi atau berkurang malah, menatap kau termenung merangkai sajak indah untukku kemudian mengubahnya dalam lagu.. Aku benar-benar menginkinnya, R!

Sebenarnya Tuhan bisa saja tidak membuatku patah hati & memberikan kau untukku, tapi kau mungkin bukan yang aku buTuhkan untuk menghabiskan sisa nafasku dalam duka & suka, bukan orang yang aku buTuhkan untuk menjadi tua bersama..
Makanya Tuhan memberiku patah hati.. Agar aku tersadar,, agar aku berpikir, sudah tepatkah kekagumanku menjadi cinta? Rasa yang tak terhapus masa.. Jika tak bisa maka ini bukan cinta dan artinya aku harus beranjak dari lamunanku..

Terima kasih R, atas waktu yang singkat yang kau sisihkan untuk seDikit mewarnai hari-hari pencarianku.. Terima kasih telah membuatku patah hati dengan cara tersantun, semoga kau berbahagia 🙂

•pagi di januari biru 25,2012, u Langit 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

untittled

Standar

Tak pernah terpikir olehku
Untuk memiliki rasa ini…
Semuanya terjadi begitu saja
Dan tiba-tiba kau menjadi indah bagiku

Raut wajah yang selalu ingin ku curi dari sela waktu kemudian ku simpan dalam ingatan
Membuat hati ini berdegup tak berirama
Saat tatapan itu menangkap tingkahku
Ku hanya mampu terdiam.
Dan ketika kau lengah, ku curi lagi raut wajah itu kemudian menyimpannya di ingatan

Kini waktu itu berlalu
Tak dapat lagi ku curi waktu
Untuk menatap wajahmu meski dari sela bayangan
Karna kau telah jauh di sana
Dimilikinya…

•langitbiru, january 21, 2012

 

 

Posted with WordPress for BlackBerry.

 

 

Rasa yang Tersembunyi

Standar

lelahku menahan rindu

dari rasa yang tersembunyi

yang diam-diam mencintainya, perlahan

mengkhayalkannya dari kejauhan

memberi irama dalam hatiku

tawa dan tangis yang bersenyawa

menari dibasuh rinai hujan

memeluk dingin mimpi-mimpi

dalam lagu yang mengharu

lalu aku hanya mampu terdiam

berdiri di sudut malam

memenjarakan segala rasa dalam gelapnya…..

 

 

 

 

 

 

 

-januari biru untuk sang langit